Home » Headline » Simpang siur masalah FPI di Sukorejo Kendal Juli 2013

Simpang siur masalah FPI di Sukorejo Kendal Juli 2013

fpi-vs-premanKronologi Bentrok Sukorejo Kendal

Terkait pemberitaan peristiwa di Sukorejo, banyak pemberitaan yg tidak sesuai fakta di lapangan. Berkait dg itu perlu sy sampaikan klarifikasi kejadian dn kronologi yg sesungguhnya setelah sy investigasi di lapangan dn bertemu dg Kapolres Kendal Asep Jenal.Bahwa kejadian bermula saat FPI Sukorejo akan mengadakn buka bersama mengundang FPI dr Temanggung, Magelang dn sekitarnya. Aparat kepolisian sdah mngetahui akan ada buka bersama FPI. Tetapi kegiatan itu mengusik ketenangan pelaku bisnis haram lokalisasi dn judi togel di wilayah Alaska Sukorejo.

Mengetahui kegiatan FPI tsb, slah satu bos judi berinisial ‘E’ mengimpor preman2 dr luar daerah untuk menghadang FPI, preman2 tsb jumlahnya mencapai ratusan. Dan mereka mempersiapkan batu dan senjata tajam untuk menyerang anggota FPI.Sbelum buka bersama, sebagian rombongan dr FPI masuk ke lokalisasi Alaska krna mendapat laporan bhwa tempat karaoke disitu tetap buka di siang hari bulan Ramadhan dn jual beli togel dilakukan scra transparan. Tim FPI berhasil mengambil barang bukti perjudian dr lokasi tsb untuk diserahkan kpd polisi.

Keluar dr lokasi, mobil FPI ternyata sudah dihadang para preman dg melempari batu yg sudah dipersiapkan. Sopir mobil avaza FPI kepalanya terkena lemparan batu.Karena dihadang preman dn dihujani batu, sopir avanza menyetir dg kepala ditundukkan dibawah dasbor mobil. Dg kecepatan tinggi dn tidak melihat jalan, mobil tsb menabrak pengendara speda mtor yg melintas. Mengetahui ada masyrakat umum yg tertabrak tdk sengaja, boz judi ‘E’ memprovokasi warga bahwa FPI ugal2an dn menabrak warga dn malah memakinya, pdhal waktu itu berniat menyelamatkan diri krna kondisi darurat. Provokasi tsb berhasil dan massa membakar mobil yg menabrak kendaraan dn pengendaranya meninggal wktu di rumah sakit.

Boz Judi E menggiring opini bahwa konflik yg terjadi adalah FPI bentrok dg masyarakat umum. Dg begitu agar dia mendapat dukungan masyarakat dan membantu mereka menyerang FPI. Beberapa anggota FPI terluka ditimpuki batu dn mobilnya di bakar. Boz judi ‘E’ terlihat mondar mandirdi lokasi kejadian. Rombongan lain yg menyusul sudah dihadang di alun2 sukorejo olh massa yg dikomandoi preman ‘E’.

Akhirnya rombongan dr FPI tertahan di masjid Sukorejo, untuk berjaga2, anggota FPI mencari tongkat/kayu untuk antisipasi serangan namun tongkat tersebut disita aparat kepolisian. Malam hari skitar 4jam lebih terisolasi di Masjid Sukorejo, akhirnya rombongan dr FPI dievakui ke polres kendal. Dn mereka baru dipulangkan ke rmh pagi hari pukul 6 pagi. Sedangkan mobil yg dibawa rombongan FPI sebagian rusak berat krna ditimpuki batu yg sudah dipersiapkan. Dlm hal ini FPI adlah KORBAN, kerusakan materi maupun korban luka dr pihak FPI. Maka kpd kepolisian kami sampaikan:

1. Segera tangkap pelaku perusakandan pengeroyokan anggota FPI,
2. Usut pembiaran pelanggaran hukum di lokasilasi alaska terutama judi dan prostitusi
3. Kalo tidak diindahkan, maka jgn salahkan segala sesuatu yg akn terjadi jika akan ada reaksi yg lebih besar.

Mohammed Mustafid
(MILITAN PPP JATENG)
sumber: http://www.bringislam.web.id/2013/07/kronologi-bentrok-sukorejo-kendal.html

 

Kapolres Kendal: Sopir Penabrak Warga di Sukorejo Bukan Anggota FPI

KENDAL (voa-islam.com) – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendal AKBP Asep Jenal menyatakan, Soni Haryanto, sopir Avanza tersangka penabrak warga hingga meninggal dalam kasus bentrokan FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, bukan anggota FPI.

Soni, menurut Asep, hanya sopir mobil rental yang disuruh oleh pemilik mobil untuk mengantarkan rombongan FPI. Hal itu ditegaskan AKBP Asep Jenal, Jumat (19/7/2013).

Asep menjelaskan, semalaman, pihaknya telah memeriksa Soni Haryanto. Namun, dari pengakuan Soni, kata Asep, dia hanya sopir dan bukan anggota FPI.

“Untuk sementara, saya percaya dengan pengakuan Soni. Tapi, kami masih terus mencari keterangan,” akunya seperti dikutip kompas.com.

Asep menjelaskan, Soni sudah diamankan bersama dua tersangka lain berinisial SY (22), warga Coyudan Selatan, Parakan, Temanggung, dan BAW (22), warga Kampung Kemalangan, Parakan, Temanggung.

“Di Sukorejo masih dijaga oleh dua kompi anggota polisi dari Polda dan Polres meskipun suasananya sudah semakin kondusif,” ujarnya.

Asep menambahkan, penjagaan di Sukorejo terus dilakukan sampai ada perintah penarikan anggota oleh Kapolda. Selain Sukorejo, penjagaan juga dilakukan di Mapolres Kendal.

Penjagaan dari Polda dan Polres sendiri hanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Asep menampik isu yang mengatakan Mapolres akan didatangi FPI dari daerah lain.

“Tidak ada informasi adanya FPI dari daerah lain yang datang ke Mapolres. Semua sudah kami lakukan koordinasi,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, FPI sebagai ormas Islam yang konsisten melakukan amar ma’ruf nahi munkar di tempat-tempat maksiat, sempat melakukan aksi nahi munkar di sebuah lokalisasi pelacuran di Sukorejo. Aksi tersebut kemudian dihadang preman yang dibekingi kelompok Kristen hingga akhirnya pecah bentrokan. [Widad/kps]

 

FPI vs PREMAN KENDAL

Jakarta – FPI: Sudah menjadi hal biasa, FPI selalu menjadi korban ketidak-adilan media. Media nasional selalu menantikan momentum dimana ada hal negatif yang bisa dikait-kaitkan dengan FPI. Jika terjadi sedikit saja peristiwa negatif yang melibatkan ormas Front Pembela Islam (FPI), media nasional cetak maupun online gegap gempita memberitakan bahkan MENDRAMATISIR kabar tersebut untuk menyudutkan FPI.

Namun lain halnya jika diberbagai tempat FPI melakukan kegiatan sosial atau kegiatan positif, tak satu pun media nasional memberitakan hal tersebut. Akibat dari pembentukan opini negatif oleh media, jelas saja jika banyak pihak yang tidak tahu duduk permasalahan, akan langsung menghujat FPI akibat terpengaruh ‘kemasan’ kabar negatif dari media.

Front Pembela Islam (FPI), khususnya dalam menyambut Bulan suci Ramadhan, selalu melakukan pengawasan yang merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Hal ini dilakukan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa sekaligus menjaga kesucian bulan Ramadhan. Kegiatan monitoring ini biasanya berawal dari laporan masyarakat, kemudian dirindak lanjuti dengan koordinasi bersama aparat. Bila dalam kegiatan ini kerap terjadi bentrokan yang mengganggu ketenangan suasana Ramadhan, Hal itu dikarenakan tidak adanya KETEGASAN dari aparatur negara serta pihak terkait dalam pengawasan maupun kontrol sosial. Jika APARAT sebagai pihak yang berwenang mengatur ketertiban tidak bisa mengendalikan situasi, maka jangan salahkan ormas-ormas Islam jika beraksi untuk menjaga kemuliaan bulan Ramadhan.

Terkait insiden di Kendal, hal ini tidak semata-mata terjadi begitu saja karena sebenarnya pada awalnya FPI, pada hari Rabu 17 Juli 2013 (8 Ramadhan), hanya berkonvoi untuk melakukan acara buka bersama di Masjid Besar Sukorejo, sekaligus memonitor tempat-tempat judi dan prostitusi yang berdasarkan laporan warga, masih ‘bandel’ buka di bulan Ramadhan. Ternyata benar, sarang PELACURAN SARIM (nama pemilik tempat pelacuran) ALASKA (alas karet) Sukorejo – Kendal tetap beroperasi selama 24 jam sejak awal Ramadhan.

Informasi itu diketahui berkat laporan dari masyarakat. Atas permintaan warga Kendal, FPI Jateng terus mendesak Polres Kendal untuk menutup tempat pelacuran tersebut, setidaknya selama Ramadhan. Bahkan FPI sudah berulang kali mengingatkan aparat kepolisian. Namun dalam perjalanan, barisan anggota FPI dihadang ratusan preman yang menjadi BECKING tempat PELACURAN. Mereka menyerang 20 laskar FPI dan merusak mobil mereka.

Polres Kendal mau pun Polda Jateng mengetahui peristiwa ini namun terkesan membiarkan. Padahal arahan Kapolri kepada seluruh jajaran kepolisian agar ikut secara pro aktif menjaga kemuliaan bulan Ramadhan dari segala maksiat atau PEKAT (penyakit masyarakat).

Pada Kamis 18 Juli 2013 (9 Ramadhan), FPI kembali mendatangi tempat maksiat pelacuran tersebut dan menuntut Polres Kendal untuk menutupnya. Akhirnya, Polres menutup juga, namun saat keluar dari lokasi, 26 anggota FPI tanpa sajam dihadang ratusan preman dengan berbagai sajam. Karena suasana mencekam, salah satu sopir mobil rental yang mengemudikan rombongan  FPI panik dan menancap gas, sehingga menabrak 7 orang yang salah satunya meninggal dunia di RS.

Akhirnya 26 anggota FPI yang sebagian besar terluka diamankan dan diperiksa Polres. Lalu 1 ditahan karena menabrak dan 2 ditahan dengan alasan kedapatan membawa sajam, sedang yang 23 dipulangkan. Yang ditahan adalah Bayu dan Satrio Yuwono serta Agung Wicaksono.

Kepala Kepolisian Resor Kendal AKBP Asep Jenal menyatakan, Soni Haryanto, sopir Avanza tersangka penabrak warga hingga meninggal dalam kasus bentrokan FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, bukan anggota FPI. Soni, menurut Asep, hanya sopir mobil rental yang disuruh oleh pemilik mobil untuk mengantarkan rombongan FPI. Hal itu ditegaskan AKBP Asep Jenal, seperti dirilis kompas.com Jumat 19 Juli 2013.

Peristiwa kecelakaan itu dimanfaatkan para preman untuk memprovokasi warga agar ikut menyerang FPI dengan dalih ada warga dibunuh FPI, sehingga warga marah dan ikut menyerang serta merusak dan membakar mobil FPI. Padahal sebagian warga itu  semula mendukung dan meminta bantuan FPI untuk menutup sarang pelacuran tersebut.

Terkait desakan pembubaran FPI, Ketua DPP FPI bidang Da’wah sekaligus jubir FPI, Habib Muhsin Alattas memaparkan bahwa bagi pihak-pihak yang berharap FPI dibubarkan tak perlu risau, FPI AKAN BUBAR SENDIRI JIKA HUKUM DITEGAKKAN DENGAN BAIK OLEH APARAT DAN PEJABAT NEGARA.

Habib Muhsin juga menyesali sikap media terhadap FPI. Beliau mengatakan FPI tidak perlu pembelaan dari media, yang dibutuhkan FPI hanya pemberitaan yang berimbang apa adanya. Jangan hanya menyudutkan FPI dan menyuarakan berita sepihak tanpa mendengar paparan dari pihak FPI.

Bila kita cermati, terlihat jelas cara media memaparkan berita yang begitu tendensius terhadap FPI hingga bagi banyak kalangan yang terlihat hanyalah kesalahan FPI semata. Padahal DPD FPI Jateng sudah melakukan klarifikasi melalui selebaran dan SMS KRONOLOGIS yang sudah disebar ke berbagai media, tapi kebanyakan media tidak  memuatnya, karena media punya kepentingan memojokkan FPI. Bayangkan saja, tidak ada satu pun media memberitakan tentang puluhan PREMAN yang menyerang sejumlah anggota FPI hingga terluka parah bahkan sampai kritis. Media begitu sibuk menyoroti dan menyudutkan FPI, menutup mata untuk membuat berita sebenarnya, bahwa yang terjadi adalah bentrok antara FPI dan PREMAN bayaran cukong PROSTITUSI dan BANDAR JUDI bukan dengan warga. FPI selalu didudukkan dalam posisi pihak yang bersalah serta menjadi sasaran empuk untuk menjadi bahan berita negatif media.

Perlu diketahui, dalam setiap aktivitas lapangan, FPI selalu bertindak secara prosedural. Segala tindakan yang diambil adalah bagian dari proses yang berjalan sebelumnya. FPI tidak akan sampai melakukan sweeping, jika saja aparat tanggap dan sigap dalam menjaga ketentraman di bulan Ramadhan termasuk penertiban tempat maksiat. Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah tugas FPI yang tetap wajib dijalankan, tetapi prosedur tetap wajib ditegakkan.

FPI tidak ingin membela diri atau pun merasa tidak bersalah. Jika FPI bersalah, silahkan di proses secara hukum. Hanya saja letakkan sesuatu pada tempatnya, dengan kata lain pihak PREMAN serta pihak yang merekrut mereka dan PROVOKATOR pemanas suasana juga harus ikut diproses secara hukum. Bentrokan ini tentu terjadi karena ada dua pihak yang berseteru, namun mengapa tuntutan di proses secara hukum hanya DIALAMATKAN kepada FPI??..

“BILA BENTUKNYA PENYERANGAN, TENTU WAJAR HANYA FPI YANG DIPROSES SECARA HUKUM. NAMUN PERISTIWA KENDAL ADALAH BENTROK, HINGGA SEHARUSNYA YANG DIPANGGIL ATAU DIPROSES SECARA HUKUM TENTU TIDAK HANYA FPI, MELAINKAN JUGA PIHAK LAIN YANG IKUT ANDIL DALAM KEJADIAN INI”

Semua tuduhan anarkis terhadap FPI adalah istilah media dalam pembentukan opini masyarakat terhadap FPI, bahwa semua tindakan FPI negatif. Maka apakah kita akan berdiam diri melihat begitu maraknya peredaran MIRAS, NARKOBA, PROSTITUSI dan PERJUDIAN? Apakah kita rela melihat bangsa ini  semakin hancur? FPI juga bagian elemen masyarakat yang seharusnya didukung dalam proses pengawasan, karena aparat tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak yang punya harapan sama.

Pada akhirnya semua pihak harus melihat eksistensi dan tindakan FPI dengan mata melek dan pikiran yang lebih terbuka. Tujuan utama FPI melakukan kegiatan nahi munkar tidak lebih untuk membersihkan penyakit masyarakat yang sudah sangat jauh merusak moral bangsa ini, agar paling tidak kerusakan moral tidak semakin parah. Apakah demi mengedepankan ego dengan wacana PEMBUBARAN FPI bisa membuat KEADAAN LEBIH BAIK? Apakah tindakan FPI dalam pengawasan penyakit masyarakat begitu menakutkan dibandingkan dengan maraknya kegiatan pengrusakan moral bangsa? Hendaknya media juga lebih cerdas dalam mengungkap berita hingga tidak memutar balikkan pola pikir masyarakat. Jangan mengedepankan kebebasan dan hak azazi kemudian membiarkan penyakit masyarakat yang justru daya rusaknya lebih menakutkan dibanding ‘stempel anarkis’ yang selalu digemakan media terhadap FPI dan menanamkan opini buruk tentang FPI.

“….FPI AKAN BUBAR SENDIRI JIKA HUKUM DITEGAKKAN DENGAN BAIK OLEH APARAT DAN PEJABAT NEGARA…”

[slm/fpi] sumber: http://fpi.or.id/index.php?p=detail&nid=650

PRESIDEN FPI KECAM PRESIDEN RI

Jakarta – FPI: Peristiwa bentrok antara FPI dan preman pembecking prostitusi yang baru-baru ini terjadi ternyata juga membawa Presiden SBY turut berkomentar. Presiden mengatakan bahwa kericuhan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) di Kendal, Jawa Tengah, saat melakukan aksi sweeping sangatlah MENCEDERAI ajaran Agama Islam, bahwa ajaran Agama Islam tidak memperbolehkan main hakim sendiri. SBY menegaskan, langkah hukum akan diambil terkait peristiwa Kendal yang terjadi 18 Juli kemarin. Dia berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Senang rasanya bila Presiden kita responsif terhadap hal-hal yang terjadi dalam lingkungan negara ini. Berarti Presiden kita perduli terhadap rakyatnya. Sayangnya, komentar dan respon Presiden sering salah kaprah alias tidak pada tempatnya. Terhadap kasus semacam bentrok di Kendal, Presiden SBY malah berkomentar sangat heboh dan seolah sangat peduli hukum dan taat aturan, giliran masalah pembantaian LP Cebongan misalnya, Presiden sunyi senyap tak terdengar berapi-api dalam merespon atau berkomentar. Ada yang salah pak Presiden? Komentar seorang kepala negara harusnya didasari dari pengamatan yang menyeluruh, bukan perpanjangan lidah apalagi komentar PENCITRAAN yang malah memperlihatkan bahwa Presiden SBY tidak memahami situasi yang terjadi. Sangat disayangkan!.

Komentar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tentang bentrok antara FPI dan PREMAN Kendal diantaranya menyinggung tentang aksi main hakim sendiri. Bagi SBY, ajaran Agama Islam tidak memperbolehkan main hakim sendiri. “Islam tidak identik dengan main hakim sendiri. Islam juga tidak identik dengan tindakan-tindakan perusakan,” ujar SBY di acara Buka Puasa Bersama PT Pertamina, di Gedung JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, seperti dikutip detikNews, Ahad 21 Juli 2013.

Menurutnya, tindakan FPI yang kerap melakukan aksi sweeping seperti yang terjadi di Kendal sangatlah mencedarai ajaran Agama Islam. “Sangat jelas kalau ada elemen melakukan itu dan mengatasnamakan Islam justru memalukan agama Islam, mencederai agama Islam. Saya harus katakan itu saudara-saudara,” ucapnya.

Bagaimana seorang Presiden bisa mengatakan bahwa monitoring FPI MENCEDERAI ajaran Islam, sementara PROSTITUSI dan PERJUDIAN yang terus aktif di bulan Ramadhan tidak MENCEDERAI Islam? Seharusnya yang patut dikomentari Presiden sebagai “MENCEDERAI AJARAN ISLAM” adalah PROSTITUSI dan PERJUDIAN, bukan aksi menolak maksiat yang mencederai Islam. Hendaknya Presiden SBY mempelajari dahulu situasi kondisi sebenarnya sebelum berkomentar yang tidak perlu. Apakah pantas dengan dasar toleransi maka umat Islam yang berpuasa membiarkan PELACURAN dan PERJUDIAN tetap melenggang?

Pernyataan Presiden SBY mendapat tanggapan serius dari Presiden Front Pembela Islam, Habib Muhammad Rizieq Syihab. Menurut Habib Rizieq, tuduhan Presiden SBY itu tidak didasari bukti yang kuat. SBY bukan seorang NEGARAWAN yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita.

Berikut ini tanggapan PRESIDEN FPI HABIB MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB atas komentar PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO, yang diterima redaktur fpi.or.id, Senin 13 Ramadhan 1434 H/ 22 Juli 2013 M:

“Di Kendal, FPI tidak lakukan SWEEPING, tapi MONITORING damai tanpa senjata apa pun, justru FPI yang DISWEEPING oleh RATUSAN PREMAN PELACURAN BERSENJATA. Di Kendal, FPI tidak lakukan PERUSAKAN, justru beberapa Kendaraan FPI yang DIRUSAK dan DIBAKAR PREMAN. Di Kendal, FPI tidak MAIN HAKIM SENDIRI, tapi mendatangi POLRES dan minta TEMPAT PELACURAN DITUTUP apalagi di Bulan Ramadhan, justru FPI yang DIHAKIMI oleh RATUSAN PREMAN PELACURAN dengan berbagai macam senjata, hingga banyak yang terluka. Bahkan KAPOLRES KENDAL menyatakan dengan JUJUR di berbagai Media bahwa FPI sudah koordinasi.

Di Kendal, FPI itu KORBAN bukan PELAKU ! Jadi, dasar tuduhan SBY itu apa ??? Dan kenapa dalam soal Kendal, SBY begitu semangat bicara tentang FPI yang jadi korban, dan bungkam terhadap si pelaku PREMAN PELACURAN BERSENJATA dan TEMPAT PELACURAN yang buka siang malam di bulan Ramadhan ??? Kasihan, ternyata SBY bukan seorang NEGARAWAN yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita, tapi hanya seorang PECUNDANG yang suka sebar FITNAH dan bungkam terhadap MA’SIAT! Tentu, seorang PRESIDEN MUSLIM menyebar FITNAH dan membiarkan MA’SIAT, ditambah lagi melindungi AHMADIYAH dan aneka MEGA SKANDAL KORUPSI, sangatlah mencederai Ajaran Islam!!”..————–

Kendati demikian, Presiden SBY juga menanamkan harapan terhadap Front Pembela Islam FPI, SBY yakin FPI bisa melakukan banyak hal yang berguna. “Saya menyeru kepada saudara-saudara saya yang ada dalam FPI untuk menghentikan tindakan kekerasan dan main hakim sendiri. Cara memerangi kemaksiatan dan kemungkaran tidak harus dengan cara-cara yang lebih mungkar. Saya yakin FPI bisa melakukan banyak hal yang baik dan berguna bagi umat dan masyarakat kita,” tulis Presiden SBY dalam akun Facebooknya yang juga dirilis dalam situs resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id, Senin, 22 Juli 2013.

Tentu saja Front Pembela Islam (FPI) sangat berguna dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Betapa tidak, beberapa peristiwa penting menjadi catatan, bagaimana FPI ikut andil dalam aksi yang bersifat nasional, antara lain:

Yang mengevakuasi 100 ribu mayat korban Tsunami di Aceh adalah FPI bukan SBY.
Yang menuntut pembatalan KEPPRES MIRAS adalah FPI bukan SBY.
Yang menggagalkan KONSER LADY GAGA adalah FPI bukan SBY.
Yang menggagalkan KONTES WARIA di berbagai daerah adalah FPI bukan SBY.
Yang tetap konsisten menuntut pembubaran AHMADIYAH adalah FPI bukan SBY.
Yang berda’wah mengislamkan kembali lebih dari 1000 Ahmadiyah di Jawa Barat adalah FPI bukan SBY.
Yang meredam kerusuhan Mbah Priok adalah FPI bukan SBY.
Yang membubarkan berbagai pertemuan PKI di berbagai daerah adalah FPI bukan SBY.
Yang gencar mengganyang pemikiran LIBERAL untuk selamatkan Aqidah umat Islam adalah FPI bukan SBY.
Yang berjuang untuk menuju NKRI bersyariah adalah FPI bukan SBY.

SBY ingin mengkritisi FPI boleh saja, tapi hendaknya berkaca dulu, karena SBY adalah KETUA UMUM PARTAI TERKORUP yang mudharatnya sangat menyengsarakan rakyat. Yang lebih miris lagi, menurut cerita seorang mantan menteri SBY, bahwa Presiden SBY tidak shalat. Dua poin tersebut bukan hanya mencederai Islam, tapi MENGKHIANATI ISLAM!!!.. [slm/fpi]

sumber: http://fpi.or.id/?p=detail&nid=649

Sikap FPI Terhadap Kasus Kendal

Jakarta – FPI: Kasus bentrokan di Kendal yang melibatkan FPI hingga kini masih menjadi pembahasan yang serius di masyarakat maupun dalam internal organisasi FPI sendiri. Sementara menunggu hasil pemeriksaan mendalam oleh aparat berwenang di Polda Jateng, pihak DPP-FPI pun terus berkonsolidasi dan merangkum bukti dan keterangan seputar peristiwa tersebut untuk menetukan sikap selanjutnya. Setelah serangkaian kejadian Kendal sejak Rabu minggu lalu hingga hari ini, akhirnya FPI mengemukakan pernyataan MENYIKAPI KASUS KENDAL:

Dalam Kasus Kendal ada EMPAT peristiwa, sehingga penyikapan dan penanganannya harus cermat dan teliti, apalagi aspek hukumnya berbeda-beda :

Pertama, PEMBIARAN PELACURAN. Ini merupakan kejahatan serius, karena Pelacuran dalam keputusan HAM PBB maupun perundang-undangan nasional kita termasuk Human Trafficking (Perdagangan Manusia). Sehingga jika SBY selaku Presiden RI tetap membiarkan SARANG PELACURAN, maka SBY terlibat langsung mau pun tidak langsung dalam kejahatan Human Trafficking. Apalagi jika SARANG PELACURAN dilokalisasi dan dilegalisasi, maka berarti SBY secara terang-terangan menjustifikasi HUMAN TRAFFICKING.

Kedua, BENTROK FPI dan PREMAN.  Ini wajib diproses secara hukum hingga tuntas, karena para PREMAN PELACURAN tidak lain dan tidak bukan adalah OPERATOR HUMAN TRAFFICKING, sehingga mereka harus dihukum berat. Ditambah lagi mereka telah menganiaya anggota FPI dan merusak serta membakar kendaraan FPI.

Ketiga, KECELAKAAN LALU LINTAS. Saat salah satu mobil FPI dikepung PREMAN PELACURAN dengan aneka sajam, maka supir sewanya panik dan ketakutan, sehingga tancap gas yang menabrak beberapa orang, salah satunya meninggal dunia. Kasus ini wajib diproses secara hukum hingga tuntas, karena ada orang tidak bersalah yang jadi korban dan FPI harus bertanggung-jawab terhadap korban tak bersalah.

Keempat, KEMARAHAN WARGA. Warga yang marah karena ada warga yang tak bersalah tertabrak, apalagi ditambah provokasi para preman adalah hal yang wajar dan harus dimaklumi. Karenanya, warga yang marah lalu merusak dan membakar kendaraan FPI seyogyanya dimaafkan dan tidak diproses hukum.

Karenanya, Usai Dialog di TV ONE, Selasa 23 Juli 2013 malam, suami Almarhumah Tri Munarti korban meninggal dalam Kasus Kendal, Bpk. Samsu Eko Julianto, langsung malam itu juga diundang secara khusus datang silaturrahmi ke rumah Ketua Umum FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab, untuk didengar semua keluhan dan penderitaan serta tuntutannya. Beliau didampingi beberapa pengurus FPI dan dua orang Crew TV ONE. Usai mendengar curhat Bpk. Samsu dengan seksama dan penuh keprihatinan, maka Habib Muhammad Rizieq Syihab memutuskan sebagai berikut:

DPP FPI dengan rasa penyesalan yang mendalam memohon maaf kepada keluarga korban meninggal mau pun luka. Dan mendoakan semoga korban meninggal diterima di sisi Allah SWT, sedang korban luka agar lekas sembuh.
DPP FPI siap memberikan santunan untuk keluarga korban meninggal mau pun luka buat pengobatan dan persiapan menyambut Lebaran.
Oknum penabrak korban hingga meninggal dunia tetap akan diproses secara hukum hingga tuntas. Begitu juga oknum FPI lainnya yang melakukan tindak kriminal.
DPP FPI siap memberikan BEA SISWA untuk kedua putra korban hingga S-1 dengan nilai per bulannya Rp.500 ribu per anak terhitung mulai bulan Juli 2013.
Terkait warga yang ditahan karena menganiaya FPI atau merusak kendaraan FPI, jika mereka WARGA UMUM, maka FPI mencabut laporan dan meminta Polri untuk melepaskan mereka, karena mereka hanya korban provokasi. Sedang jika yang ditahan adalah WARGA PREMAN, maka tetap akan diproses secara hukum, karena mereka adalah provokator sekaligus penjahatnya.
DPP FPI tetap menugaskan TIM INVESTIGASI KENDAL untuk menuntaskan tugasnya, agar permasalahan jadi jelas, sehingga DPP FPI bisa mengambil tindakan yang semestinya terhadap jajaran pengurus FPI yang bersalah.
DPP FPI menginstruksikan kepada segenap cabang FPI agar dalam merekrut anggota diperketat dan wajib mengikuti persyaratan sesuai AD / ART, yaitu : Muslim, Beriman dan Bertaqwa, Berakhlaqul Karimah, Tahu Rukun Iman dan Rukun Islam, Bisa Shalat dan Baca Al-Qur’an, serta wajib izin orang tua.
Sesuai Prosedur Standar AMAR MA’ARUF NAHI MUNKAR FPI, maka dilarang keras melakukan SWEEPING, PERUSAKAN, PENGANIAYAAN apalagi PEMBUNUHAN. Aktivis FPI hanya boleh MONITORING, itu pun harus berkoordinasi dengan aparat yang berwenang.
DPP FPI membolehkan dalam hal pelaku ma’siat / pelanggar hukum yang tertangkap tangan, untuk ditangkap Aktivis FPI tanpa dianiaya untuk langsung diserahkan kepada yang berwajib sebagaimana  diatur dalam KUHAP.
DPP FPI kembali mengingatkan bahwa FPI akan mengambil TINDAKAN TEGAS terhadap setiap cabang mau pun anggota jika melakukan pelanggaran terhadap HUKUM AGAMA dan HUKUM NEGARA.

[slm/fpi] sumber: http://fpi.or.id/?p=detail&nid=647

VIDEO – VIDEO TERKAIT :

Pernyataan Habib Rizieq Ketua Umum (FPI) Terkait Tragedi Kendal

Debat FPI vs Ratna Sarumpet 22 Juli 2013

[[FULL]] KASUS FPI KENDAL – DEBAT SERU ILC TV ONE

About bamah

BAMAH Barisan Muda Arrabithah Alawiyyah, suatu ikatan keluarga besar Alawiyyin di Cirebon Sewilayah III.

Check Also

Konferensi Risalah Amman

Risalah Amman Fatwa Konferensi Ulama Islam Internasional plus download pdf

RISALAH ‘AMMAN KONFERENSI PERSATUAN ULAMA’ ISLAM INTERNASIONAL   Konferensi ini diadakan di Amman, Mamlakah Arabiyyah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beritahu saya melalui email jika ada balasan komentar di artikel ini. Anda juga dapat berlangganan tanpa harus memberi komentar.